![]() |
| |
|
Kantor Diklatda Kabupaten Jembrana
|
OTONOMI DAERAH SEBAGAI JAWABAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN DI DAERAH "Kalau Mau Pasti Bisa" A. PENDAHULUAN Diberlakukannya kebijakan otonomi daerah, merupakan upaya pemerintah pusat dalam rangka memperbaiki sekaligus memberi peluang kepada daerah dalam upaya membuka kesempatan berbuat sesuai undang-undang untuk mengembangkan potensi daerahnya. Otonomi daerah sebagai jawaban memperbaiki perekonomian Indonesia setelah mengalami keterpurukan akiabat krisis ekonomi yang berkepanjangan pada masa-masa berakhirnya kekuatan pemerintah orde baru. Pada masa orde baru banyak daerah menuntut adanya pemerataan pembangunan wilayah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya daerah yang merasakan adanya ketimpangan pengalokasian pembangunan khususnya daerah-daerah di luar Pulau Jawa. Tuntutan pemerataan pembangunan tersebut diajukan dalam bentuk tuntutan perubahan sistem pemerintahan menjadi desentralisasi dan tidak lagi terpusat, agar pemerintah daerah dapat mengelola rumah tangganya sendiri. Bahkan ada beberapa daerah yang menuntut kemerdekaan penuh dan itu tak dapat dibiarkan karena sudah keluar dari semangat otonomi daerah itu sendiri, walaupun karena keberadaannya saat itu dapat dimengerti. Keinginan perubahan sistem pemerintahan menjadi sistem pemerintahan yang tidak lagi berpusat ini direalisasikan melalui kebijakan Otonomi Daerah. Undang-Undang Otonomi daerah nomor: 22 Tahun 1999 memberikan jawaban bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kota mempunyai hak sekaligus kewajiban penuh untuk mengelola segala urusan pembangunan di daerahnya khususnya masalah ekonomi dan faktor pendukungnya. Sebagai jawaban Undang-Undang Otonomi daerah nomor: 22 Tahun 1999, Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana di bawah kepemimpinan Prof.Dr.drg. I Gede Winasa masyarakat Jembrana sangat merasakan adanya perubahan iklim pembangunan, karena Bapak Bupati Jembrana sangat inovatif dalam menjalankan kewajibannya. B. PEMBANGUNAN JEMBRANA Banyak hal yang telah dibuat selama dua periode kepemimpinan beliau, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, dari beberapa Program terobosan (Inovativ) yang telah dilakukan Kabupaten Jembrana, ada 3 (tiga) program yang merupakan Program Unggulan. Program-program tersebut adalah:
ad.1 Peningkatan Kwalitas derajat Kesehatan Masyarakat Untuk melaksanakan program Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat, kebijakan yang diambil Pemerintah Kabupaten Jembrana yaitu dengan mengalihkan subsidi pelayanan kesehatan, dari subsidi kepada masyarakat melaui lembaga Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ). Dengan demikian, Pemerintah tidak mengalokasikan anggaran baru, hanya mengalihkan biaya yang sudah ada bahkan dicoba mengalokasikan dibawah alokasi semula. ad.2 Peningkatan Kwalitas Pendidikan Kebijakan yang diambil Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk melaksanakan program Peningkatan Kwalitas Pendidikan adalah:
Kebijakan-kebijakan tersebut dijabarkan ke dalam strategi pelaksanaan seperti di bawah ini:
Ad.3 Peningkatan Daya Beli Masyarakat. Kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk melaksanakan Program Peningkatan Daya Beli Masyarakat , yaitu: Membuka kesempaatan kerja bagi Masyarakat, baik di dalam maupun di Luar Negeri; di dalam negeri dengan cara Pembentukan-pembentukan Koprasi-Koprasi profesional; Koperasi yang telah dibentuk tersebut koperasi-koperasi Profesional. Koperasi yang telah dibentuk ada 3 yaitu Koperasi Megumi yang bergerak dibidang Penyulingan air laut menjadi air mineral, dengan berlokasi di desa Perancak dengan anggota sekaligus sebagai Karyawan sebanyak 39 orang
Pemerintah memfasilitasi dengan memberikan bantuan modal dalam bentuk dana bergulir serta konsultasi sebagai pembimbing dengan harapan koperasi-koperasi tersebut dapat mandiri dan akan menopang kekuatan ekonomi Kabupaten Jembrana. Dalam rangka membuka peluang bekerja di luar negeri Pemerintah Kabupaten Jembrana bekerja sama dengan HRI (Hotel Restauran Internatiional) dan IMM Jepang, dengan pendidikan dan pelatihan dilakukan di Jembrana. Biaya pendidikan dan pelatihan sepenuhnya ditanggung Pemerintah Kabupaten. Peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan Kelompok-kelompok masyarakat (Pokmas) dengan bantuan peralatan kerja. Apa yang menjad paparan di atas merupakan inovasi dalam membangun Jembrana yang mana pada awalnya merupakan salah satu kabupaten paling barat sekaligus kabupaten termiskin dan kalau kita ingat pada awal kepemimpinan Sang Profesor merupakan Kabupaten yang paling kecil PADnya yaitu Rp.2,5 Milyar dan APBD sebesar Rp. 66,9 Milyar, tapi kini selama 2 (dua) periode kepemimpinannya, PAD Kabupaten Jembrana menjadi ................................. Sebelum Otonomi Daerah terdapat empat sektor memiliki daya saing baik. Lima sektor lainnya tidak memiliki daya saing yang baik, tapi setelah Otonomi Daerah juga terdapat emapat sektor yang memiliki daya saing yang baik, hanya saja berbeda dengan sebelum Otonomi Daerah. Sektor-sektor tersebut yaitu: 1. Perdagangan, Hotel dan Restoran 2. Transportasi dan Komonikasi; 3 Keuangan, Perbankan, dan Jasa Perusahaan. Lima sektor usaha lainnya memiliki daya saing yang buruk. (Demikian hasil penelitian oleh Evi Novianti Mahasiswa dari IPB tahun 2008.) C. PENUTUP Demikian paparan serta inovasi yang telah dilakukan Bupati Jembrana periode 2000 - 2010, yang telah banyak menorehkan prestasi serta menjadi acuan bagi Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, yang memiliki semboyan sederhana namun pasti" KALAU MAU PASTI BISA" Kita tunggu penerus Bupati berikutnya, apakah akan lebih maju atau sebaliknya. Kita tunggu tanggal 27 Desember ini Wassalam |
|||||||||||||
|
||||||||||||||